Presiden AS Donald Trump (kedua kiri) dan eks PM Jepang Shinzo Abe (tengah) saat bermain golf bersama di Florida, 2017 (Foto: JIJI PRESS / JIJI PRESS / AFP)

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) menyampaikan penghormatan tertingginya kepada Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang. Penghormatan tersebut terkait keputusan yang telah diambil oleh Abe untuk mengakhiri masa jabatannya karena masalah kesehatan.

“Saya ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada Perdana Menteri Shinzo Abe, seorang teman baik saya,” ujatr Trump, kepada wartawan di pesawat Air Force One, setelah melakukan kampanye politik ke New Hampshire, pada hari Jumat (28/8).

Seperti yang dikutip dari AFP, Trump mengungkapkan kesedihannya saat mendengar berita pengunduran diri Abe. Ia juga menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kondisi kesehatan Abe saat ini.

“Kami memiliki hubungan yang sangat erat, dan saya merasa sangat sedih tentang hal itu. Karena pasti sangat berat baginya untuk pergi,” tambah Trump.

Abe menyampaikan kabar mengenai pengunduran dirinya tersebut dalan konferensi pers yang berlangsung di Tokyo. Abe menyampaikan alasan pengunduran dirinya karena sakit dan ingin melakukan pengobatan.

“Walau pun masih ada satu tahun lagi dalam masa jabatan saya dan ada tantangan yang harus dihadapi, saya sudah memutuskan untuk mundur dari jabatan saya sebagai perdana menteri,” terang Abe.

Abe sempat kedapatan tengah mengunjungi rumah sakit sebanyak 2 kali dalam jangka waktu satu pekan terakhir, sebelum akhirnya ia resmi mengundurkan diri.

Abe sempat menghabiskan waktu di rumah sakit selama 8 jam, pada salah satu kunjungannya tersebut. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa Abe saat ini tengah menderita peradangan kronis pada bagian usus besarnya.

Kedua pemimpin negara tersebut diketahui telah melakukan pertemuan beberapa kali. Para staf Trump mengatakan, bahwa hal semacam ini belum pernah terjadi, kedekatan antara Trump dengan teman main golfnya.

Salah satu diplomat Jepang mengatakan bahwa komunikasi keduanya terlihat sering dilakukan yang menunjukkan tingkat hubungan pribadi yang sangat dekat dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada bulan September tahun 2019 lalu, Trump telah mengumumkan bahwa kedua sekutu sudah mengambil langkah besar terkait persetujuan kesepakatan perdagangan baru yang komprehensif, setelah melakukan negosiasi panjang selama satu tahun.