The Cavern Club merupakan sebuah bar legendaris tempat di mana The Beatles hang-out dan tampil di Liverpool, Inggris. (PAUL ELLIS)

The Cavern Club, bar yang melahirkan band ternama dunia, The Beatles, saat ini tengah menghadapi krisis keuangan karena pandemi covid-19. Kerugian yang ditanggung per minggunya hampir menyentuh £30 ribu atau sekitar Rp588 juta.

Bar tersebut adalah ikon kota Liverpool, Inggris, dan di tahun 1960-an menjadi tuan rumah Fab Four kurang lebih sebanyak 300 kali.

Namun saat ini, The Caverb Club tengah terpukul dengan kebijakan Inggris, sehingga bar tersebut harus memangkas kapasitasnya dari 500 orang menjadi 150 orang.Saat ini bar tersebut telah terpukul keras oleh tindakan penguncian di Inggris, dengan kapasitas dipangkas dari 500 menjadi 150 orang.

Sebelum penerapan pembatasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran virus memaksa tempat-tempat bar dengan panggung musik di seluruh negeri ditutup, bar tersebut menarik wisatawan dari seluruh dunia – terutama para penggemar Beatles yang melihat tempat tersebut sebagai “tempat ziarah.”

Sekarang, terlepas dari pelonggaran beberapa langkah penguncian, The Cavern Club mengalami kerugian finansial yang menghancurkan sekaligus menghadapi masa depan yang tidak pasti.

“Ini sangat sulit,” kata Jon Keats, direktur tempat tersebut, seperti yang dikutip AP pada Rabu (19/8).

“Mudah-mudahan kami dapat terus beroperasi dan masih di sini. Tapi kami tetap membutuhkan dukungan.”

Di bar inilah pertama kali The Beatles bertemu dengan sang manajer, sehingga masa depan band-nya menjadi sangat cerah. Brian Epstein yang membantu The Beatles hingga menjadi salah satu band yang melegenda dalam sejarah musik populer.

The Cavern Club juga menjadi bau loncatan untuk Gerry an the Pacemaker dan Cilla Black dalam merintis karirnya menjadi band populer dunia.

“Cavern selalu menjadi tempat live music yang relevan dan selalu menjadi bibit bakat baru, baik itu di masa The Beatles atau semua band dan artis baru yang datang melalui pintu kami,” ujar Keats.

“Sebagai tempat live music, bar ini penting secara nasional.”

The Cavern selalu mengadakan International Beatle Week setiap tahunnya, perayaan tahunan yang dapat menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Liverpool dan menurut Keats “menghidupkan kota”.

Namun di tahun ini, perayaan tersebut dibatalkan dan sebagai gantinya mereka mengadakan pertunjukan secara virtual.

“Kami mengadakan acara International Beatle Week virtual di mana semua band reguler kami dari 30, 35 tahun terakhir – selama festival berlangsung – mereka telah mengirimi kami set live yang telah direkam sebelumnya, pesan dari semua tamu istimewa kami,” terang Keats.

“Kami akan menayangkan konten itu selama satu minggu di The Cavern Club walaupun dibatasi hanya untuk 150 orang. Kami ingin mengingatkan semua orang bahwa tempat bersejarah ini masih ada.”

International Beatle Week virtual berlangsung 26 Agustus – 1 September 2020.