Tan De Seng seniman Sunda telah meninggalkan kita dalam usia 80 tahun pada 6 November 2022 di Kota Bandung – kepergiannya, telah meninggalkan kesan mendalam tentang sosok dan kiprahnya yang fenomenal khususnya di lingkup seni karawitan Sunda. Semoga, muncul para penerusnya … (Foto: FB/Boy Worang).  

BDGNEWS.BIZ – Kabar duka datang dari seniman Sunda keturunan Tionghoa yang lahir pada 22 Agustus 1942 Tan Deseng yang juga biasa ditulis Tan De Seng. Melalui media sosial,  seniman, budayaman yang juga musisi sekelas maestro untuk karawitan Sunda, pada usia 80 tahun pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya pada Minggu, 6 November 2022 pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Rajawali, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Tentu, saya atau kita semua akan merasa merasa kehilangan akan kiprah dan sosoknya yang sangat menarik serta fenomenal  bagi warga Bandung, Jawa Barat juga  dalam konteks seni tradisi lingkup nasional sekalipun. Intinya, Kita kehilangan maestro karawitan …” papar Taufik Hidayat Ketua DPRD Jawa Barat yang akrab disapa Kang TH.

Lebih lanjut menurut Kang TH (63) yang kelahiran Cirebon pada tahun 1959, dan menghabiskan masa kecilnya di Cikampek, Jawa Barat yang kental dirinya mengenal karawitan termasuk seni pedalangan wayang golek:

“Peran dan sosok  Pak Tan Deseng tiada duanya. Ia telah banyak menginspirasi warga Bandung dan Jabar pada umumnya. Hebatnya, ia yang terlahir sebagai keturunan Tionghoa, totalitas  kehidupannya turut memelihara dan memajukan karawitan Sunda di berbagai pentas lokal, maupun nasional. Selamat jalan Maestro Tan Deseng,” pungkas Kang TH. (HNY/HS).