Ilustrasi TikTok. (MANJUNATH KIRAN)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikabarkan akan digugat oleh para pengguna aplikasi WeChat. Langkah tersebut diambil pasca dikeluarkannya perintah eksekutif dari Trump terkait isu pelarangan operasi WeChat di AS.

Menurut para pengguna WeChat, kebijakanyang dikeluarkan oleh Trummp tersebut telah melanggar hak kebebasan berbicara dan dinilai bertindak tidak adil sebab menargerkan komunitas Chia di AS yang menggunakan aplikasi tersebut untuk berkomunikasi dengan keluarganya di China.

Para pengguna WeChat juga berpendapat bahwa perintah eksekutif dari Presiden AS tersebut tidak jelas. Perintah yang ia berikan tak dijelaskan terkait alasan spesifik yang menjadi persoalan, seperti yang dilansir dari Engadget.

Menurut pengacara WecHat, sudah banyak para pengguna aplikasi perpesanan yang menyadari potensi adanya pengawasan, termasuk dari AS. Sehingga para pengguna dapaat memilih untuk menggunakan aplikasi tersebut atau tidak, bukan pemerintah.

Para pengguna WeChat yang tergabung dalam sebuah aliansi, menuliskan gugatannya terkait harapan mereka agar pihak pengadilan aakan membatalkan perintah eksekutif yang telah dikeluarkan oleh Trump.

Gugatan yang dilayangkan oleh para pengguna WeChat, sama seperti yang dilakukan oleh TikTok terhadap Trump. Aplikasi milik ByteDance tersebut berpendapat bahwa pemerintah Trump telah mengabaikan fakta yang ada dan telah bertindak secara tidak adil. Gugatan tersebut dikabarkan akan dilakukan pada pekan ini.

“Untuk memastikan bahwa aturan hukum tetap berlaku dan bahwa perusahaan dan pengguna kami diperlakukan secara tak adil, kami tidak punya pilihan selain menantang Perintah Eksekutif melalui sistem peradilan,” ujar TikTok, dalam sebuah pernyataan.

inan gugatan tersebut akan berhasil sepenuhnya. Pihak gedung putih dan lainnya sepakat bahwa ada ancaman keamanan nasional pada aplikasi sosial buatan China tersebut. Pihak AS menuduh China telah melakukan pemaksaan terhadap perusahaan aplikasi China untuk menyerahkan data para pengguna yang dinilai sensitif.

Microsoft merupakan perusahaan raksasa asal AS yang pertama kali melakukan pembicaraan terkait akuisisi operasi TikTok di AS. Naamun, saat ini Oracle hadir menjadi pesaing Microsoft dalam pengambil alihan TikTok di AS.