Demonstrasi suku Amazon menuntut bantuan dari pemerintah Brasil untuk menghadapi pandemi virus corona dan penggundulan hutan. (AP/Andre Penner)

Sejak tanggal 17 Agustus lalu, anggota suku Kayapo Mekranoti, melakukan blokade jalan utama di Amazon, Brasil. Namun saat ini mereka telah membuka sementara blokade tersebut. Demo tersebut mereka lakukan untuk menuntut bantuan melawan penggundulan hutan dan melawan pandemi Covid-19.

Seperti yang dilansir AFP, pada hari Jumat (28/8), suku Kayapo saat ini tengah menangguhkan aksi protesnya pasca putusan hakim yang memerintahkan pihak pemerintah untuk menanggapi tuntutan mereka.

Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa mereka kan melakukan penangguhan selama 10 hari untuk memberikan waktu kepada kantor urusan adat pemerintah (FUNAI), Departemen Infrastruktur dan Transportasi Nasional (DNIT) untuk menanggami sejumlah tuntutan suku Kayapo.

“Hakim memberi waktu selama 10 hari kepada FUNAI dan DNIT untuk (menanggapi). Jika tidak, mereka harus membayar uang sebesar 10.000 real atau sekitar US$1.800 per harinya,” ujar Mudjere Kayapo, salah satu pemimpin aksi protes.

“Jika harus, kami akan kembali dan menutup jalan raya lagi,” tambahnya kepada pihak AFP.

Sandra Maria Correia da Silva, hakim federal Brasil, sudah memberikan perintah terhadap para pengunjuk rasa untuk menghentikan pemblokiran jalan dengan alasan terkait kerusakan ekonomi di wilayah tersebut.

Suku Kayapo awalnya bertekad untuk menentang perintah itu. Namun saat ini para pengunjuk rasa tersebut sudah memutuskan untuk menyelesaikan kasus ini di pengadilan.

Mereka menuntut Jair Bolsonaro, Presiden Brasil, untuk membayar ganti rugi terkait kerusakan lingkungan akibat pembangunan jalan raya di wilayah mereka.

Suku Kayapo juga mengatakan bahwa mereka ingin membantu memerangi penambangan ilegal, penggundulan hutan dan melawan corona, khususnya bagi masyarakat adat di wilayah itu.

Menurut Luis Carlos Sampaio dari Institut Kabu, jika tuntutan suku Kayapo tak ditanggapi, mereka kan kembali melakukan protes dengan massa yang lebbih besar.

“Kami akan melihat bagaimana pihak berwenang bereaksi,” tuturnya kepada AFP.

Kayapo Indigenous block highway BR-163y near Novo Progresso, Para state, Brazil, Monday, Aug. 17, 2020. Protesters blocked the road to pressure Brazilian President Jair Bolsonaro to better shield them from COVID-19, to extend damages payments for road construction near their land, and to consult them on a proposed railway to transport soybeans and corn. (AP Photo/Andre Penner)
Demonstrasi suku Kayapo di Brasil.

Jalan raya BR-163 diblokade oleh suku Kayapo dengan membawa busur serta anak panah. Wilayah mereka berada di utara kota Novo Progresso.

Mereka memutus akses jalan utama yang digunakan sebagai lintasan dalam pengiriman jagung dan kedelai dari pusat pertanian di wilayah barat-tengah Brasil hingga ke Pelabuhan. Jagung dan Kedelai sendiri adalah dua komoditi ekspor utama Brasil.