Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Spt/15)

Sedikitnya ada sekitar 6 ribu kendaraan roda empat yang rela diberi taanda stiker BBM bersubsidi. Pasalnya, kendaraan tersebut merupakan keluaran terbaru di Aceh, namun mereka ingin mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Pemprov Aceh mengadakan program pemasangan stiker tesebut agar konsumsi BBM secara berlebihan. Namun, rata-rata mobil yang mendapatkan stiker yaitu Pajero Sport, Toyota Kijang Innova Reborn dan Honda Jazz.

Menurut Robi Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, dalam satu pekan terakhir sudah ada sekitar 74.049 unit kendaraan yang telag di tempel stiker BBM bersubsidi.

Sedangkan yang khusus untuk premium berjumlah 29.359unit mobil dan untuk pengguna solar sebanyak 44.690 unit mobil. Tetapi dari total keseluruhan tersebut, sedikitnya ada 2 ribu unit kendaraan mewah keluaran terbaru yang menggunakan premium serta sedikitnya ada 4 ribu unit mobil lainnya yang menggunakan solar bersubsidi.

“Sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah tetap rela memasang stiker yang bertuliskan ‘Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu’ itu. Diantaranya mobil jenis Toyota Innova dan Honda Jazz. Sedangkan stiker solar, sekitar 4 ribuan terpasang di kendaraan modern masa kini seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Innova,” ujar Roby Hervindo, kepada wartawan, Jumat (28/8).

Ia juga mengatakan, dengan adanya program ini, para pemilik kendaraan mewah yang dulunya menggunakan premium, kini enggan untuk dipasangi stiker. Mereka kemudian menggunakan Pertalite, Pertamax, Dex atau Dexlite.

Menurutnya, program tersebut memiliki dampak positif terhadap penggunaan BBM, khususnya BBM bersubsidi. Selama masa sosialisasi yang telah berjalan selama satu pekan, dilaporkan penyaluran premium dan solar bersubsidi mengalami penurunan.

Pada tanggal19 – 25 Agustus, konsumsi harian prremium mencapai 454 ribu liter, yang artinya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan rata-rata penggunaan premium di bulan Juli sekitar 456 ribu liter.

Konsumsi BBM berkualitas malah mengalami peningkatan. Untuk Pertalite, konsumsi hariannya berjumlah 1.039.000 liter setiap harinya. Pertamax juga mengalami peningkatan sebanyak 264 ribu liter per hari. Jika dibandingkan dengan hari normal di bulan Juli, yang hanya menyentuh angka 234 ribu liter setiap harinya.

Dexlite juga mengalami kenaikan tingkat konsumsi. Dalam sepekan beroperasinya program tersebut, konsumsinya menyentuh angka 30 ribu liter setiap harinya. Artinya, pada data tersebut mengalami jumlah peningkatan jika dibandingkan sebelum adanya program ini. Konsumsi Dex juga meningkat sekitar 4 ribu liter setiap harinya, sedangkan pada bulan Juli lalu hanya sekitar 3 ribu liter saja.