BP Tapera. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).

Program Kepemilikan Rumah (KPR) hanya boleh dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), ujar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Meski pun begitu, masyarakat dalam kelompok Non-MBR tetap diperbolehkan mengikuti program Tapera, namun dengan tambahan imbalan hasil (return) dalam jumlah tertentu.

“Jadi para peserta MBR memakai arus kas (cashflow) peserta nonMBR yang relatif kuat. Peserta nonMBR tetap mendapatkan imbal hasil,” tutur Gatot Subadio, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana BP Tapera, saat melakukan diskusi secara virtual yang diselenggarakan oleh InfoBank, pada hari Jumat kemarin (28/8).

Menurut Gatut, kriteria yang termasuk MBR yaitu seorang pekerja yang memiliki penghasilan di bawah 8 juta perbulan serta belum memiliki rumah atau belum pernah mengajukan pembiayaan rumah pertama.

Dalam melakukan pemberian fasilitas program tersebut akan dilakukan berdasarkan kriteria menurut PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.

Tapera bukan hanya digunakan sebagai sarana pembiayaan KPR saja, namun juga bisa digunakan sebagai fasilitas membangun rumah di lahan milik sendiri atau merenovasi rumah lama.

“Jadi dari sisi aspek peserta ada peserta yang tidak bisa memanfaatkan fasilitas perumahan pertama ada peserta yang bisa. Di sinilah sebetulnya perwujudan dari konsep gotong-royong,” terang Gatut.

Gatut menambahkan, cashflow yang akan digunakan dalam pemberian fasilitas tersebut, berasal dari alokasi pemanfaatan dana simpanan dengan persentase 30 hingga 50 persen.

Sedangkan dana pemupukan simpanan yang bisa dipakai oleh peserta MBR atau Non-MBR memiliki persentase sekitar 40 hingga 60 persen dari total simpanan peserta.

“Dana itu dikelola dipupuk dan diproduktifkan. Sementara simpan yang dialokasikan pemanfaatan dana itu akan langsung disalurkan ke peserta melalui bank,” ujar Gatut.

Di samping itu, BP Tapera akan melakukan alokasi dana simpanan sekitar 5 persen untuk cadangan. Fungsinya untuk memastikan para peserta dapat mencairkan simpanannya tersebut pada saat berakhirnya masa kepesertaan.

“Prinsipnya simpanan harus bisa dikembalikan Jadi kami harus punya kewajiban untuk memastikan simpanan peserta ini nantinya bisa kembali berikut hasil pemupukannya,” tutupnya.