Andres Manuel Lopez Obrador, Presiden Meksiko meminta dilakukan sebuah penyelidikan setelah sebuah video beredar yang menunjukkan adiknya menerima suap kampanye. (RONALDO SCHEMIDT)

Andres Manuel Lopez Obrador, Presiden Meksiko, meminta dilakukan penyelidikan terkait video yang tengah beredar yang ia anggap memiliki tujuan untuk mencoreng pemerintahannya. Pasalnya dalam video tersebut menunjukkan adiknya yang tengah meria dana suap kampanye.

Video tersebut diduga dibuat tahun 2015 lalu yang muncul di tengah gelombangtuduhan korupsi kepada Enrique Pena Nieto, Felipe Calderon dan Carlos Salinas, yang merupakan mantan presiden sekaligus lawannya.

“Seharusnya tak boleh ada kekebalan bagi siapa pun. Walaupun seseorang kerabat yang melakukan kejahatan, mereka harus diadili,” ujar Lopez Obrador, yang pada saat menjabat sebagai presiden tahun 2018 kemarin mengucapkan janji akan melakukan gerakan anti korupsi. https://tpc.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Presiden Meksiko tersebut mengatakan, bisa saja uang yang diterima oleh adiknya, Pio Lopez Obrador, adalah uang hasil sumbangan dari konstituen yang digunakan untuk kampanye kota, di negara bagian Chipas.

Donasi tersebut masih dibilang legal di Meksiko, dengan catatan pelaksana pemilu setempat harus mengetahuinya terlebih dulu atau diberi tahu. Presiden Meksiko sendiri mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui terkait dana tersebut, apakah uang tersebut telah dideklarasikan atau belum.

“Tujuannya adalah untuk merusak citra pemerintahan saya, namun mereka tak akan bisa,” ujar Lopez Obrador.

Ia juga memperlihatkan video yang diduga memperlihatkan dua orang mantan pejabat parlemen yang berkaitan dengan pihak oposisi Partai Aksi Nasional (PAN) tengah menerima segepok uang.

Berbagai tuduhan korupsi sebelumnya menguap pada saat persidangan Emilio Lozoyo, mantan penasihat Pena Nieto yang sekaligus menjabat sebagai mantan kepala PEMEX, perusahaan minyak negara.

Lozoyo akhirnya didakwa dengan tuduhan keterlibatannya dalam korupsi dengan Odebrecht, perusahaan konstruksi raksasa Brasil. Pena Nieto dan Luis Videgaray, mantan menteri keuangan, dituduh telah memerintah Lozoyo untuk melakukan suap terhadap anggota parlemen.

Tujuan suap tersebut dilakukan agar parlemen mau menyetujui sebuah perubahan penting, namun Videgaray membantah tudingan tersebut.