Gugus karang Subi di Laut China Selatan yang diklaim China. (TED ALJIBE / AFP)

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon, mengecam uji coba rudal balistik penghancur kapal induk yang dilakukan oleh Angkatan Laut China saat latihan militer, yang berlangsung wilayah Laut China Selatan (LCS).

Melansir dari AFP, hari Jumat kemarin (28/8), pihak Pentagon mengatakan bahwa tindakan Angkatan Laut China tersebut telah mengancam kestabilan, perdamaian serta keamanan, di wilayah LCS

“Latihan militer seperti itu juga dapat dikatakan telah melanggar komitmen China dalam Deklarasi Pihak-pihak di Laut China Selatan pada tahun 2002 lalu untuk menghindari kegiatan yang dapat memicu sengketa dan berdampak terhadap perdamaian dan stabilitas,” demikian isi pernyataan Pentagon.

Pada tanggal 23 hingga 29 Agustus, pasukan Angkatan Laut China melakukan latihan perang dengan menggunakan sandi Operasi Xisha, di wilayah LCS. China juga dilaporkan telah menggunakan rudal seri DF-26B dan DF-21D untuk uji coba rudal penghancur kapal induk, di kawasan Kepulauan Paracel.

Menurut pihak Pentagon, latihan perang yang dilakukan oleh China merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh klaim atas wilayah LCS secara ilegal yang dapat merugikan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Pada bulan Juli lalu, Pentagon mendesak China untuk mengurangi kegiatan militer dan unjuk kekuatannya di wilayah tersebut. Tetapi, Pentagon mengabarkan bahwa saat ini China justru terus meningkatkan aktivitas militernya dengan melakukan penembakkan rudal balistik.

Zhao KLijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa AS telah ikut campur terlalu jauh terkait urusan dalam negeri China.

AS juga dikabarkan tengah mengawasi latihan pasukan militer China dengan menggunakan pesawat intai Lockheed U-2 dari udara.

China dan AS juga masing-masing telah mengerahkan armada angkatan laut, yang terdiri dari kapal perang, kapal induk dan jet tempur ke wilayah LCS.