Kim Jong Un, Pemimpin tertinggi Korea Utara, dalam rapat Partai Buruh Korea Utara. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), telah menyerahkan sejumlah kewenangannya kepada Kim Yo Jong, adiknya dan kepada para pembantu utama lainnya yang dinilai sebagai wujud unjuk rasa percaya diri. Keputusan tersebut ia lakukan bukan berarti saat ini kondisi kesehatannya memburuk.

Seperti yang dilansir dari The Korea Herald, surat kabar Korea, pada elasa (25/8), Jeong Se Hyun, mantan Menteri penyatuan serta Wakil Ketua Eksekutif Dewan Penasihat Unifikasi Nasional kepresidenan Korea Selatan (Korsel) saat ini, berujar bahwa langkah yang tengah diambil oleh Kim Jong Un merupakan ekspresi kepercayaan dirinya dan dianggap pula sebagai perubahan cara memerintah rezimnya.

“Masalah kesehatan merupakan interpretasi media, dan sejauh yang NIS sampaikan, Kim tak memiliki masalah terkait kesehatan,” ujar Jeong, saat melakukan sesi wawancara dengan KBS, stasiun televisi Korsel.

Bada Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), saat melakukan pertemuan tertutup pada bulan ini, mengatakan kepada seluruh anggota parlemen bahwa saat ini Kim Jong Un mengalihkan sejumlah tangggung jawabnya kepada Kim Yo Jung, adiknya.

Terkait masalah kesehatan Kim Jong Un dibantah olehpihak Badan Intelijen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tingkat stress Kim serta memungkinkan dirinya untuk melakukan penyangkalan terhadap kegagalan kebijakan di masa mendatang.

“Itu merupakan rasa kepercayaan Kim Jong-un. Hal ini adalah perubahan yang dilakukan dalam sistem pemerintahan negara,” tambah Jeong.

Jeong mengatakan kewenangan itu tidak hanya diberikan kepada Kim Yo-jong, tapi juga kepada ketiga orang lainnya.

Saat iniadiknya telah diberikan wewenang untuk menjalankan kebijakan luar negeri terhadap Korsel dan AS. Pak Pong Ju yang akan menjalankan masalah ekonomi, Choe Pu Il menjalankan masalah yang terkait militer dan Ri Pyong Chol diberikan tanggung jawab terkait pengembangan senjata strategis.

Salah satu profesor University of North Korean Studies, Seoul, mengatakan hal yang sama, bahwa langkah tersebut bukanlah menyerahkan otoritas, namun saling berbagi tugas dan tanggung jawab.

“Korea Utara adalah negara di bawah satu-satunya sistem pemerintahan, dan Kim yang masih memegang kendali. Langkah tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari taktik manajemen politik Kim Jong-un dengan memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada para pejabat untuk melakukan tangggung jawab di bidang ekonomi, sosial, militer, dan urusan luar negeri,” punkasnya.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa Kim memiliki cengkeraman kekuasaan di negara tersebut dan sistemnya stabil. Apabila dia tak memiliki rasa percaya diri, bagaimana dia bisa memberikan tanggung jawab kepada orang lain?,” tambahnya.

Infografis 10 Fakta Unik Kim Jong-Un

Para pakar lainnya juga menekankan bahwa pembagian tugas dan tanggung jawab tersebut merupakan strategi Kim untuk mencapai tujuannya dalam memulihkan ekonomi Korut.