Museum Kamp Konsentrasi Yahudi Auschwitz-Birkenau di kota Oświęcim, Polandia. Mereka mengkritik tren parodi korban Holocaust di TikTok (Dok. auschwitz.org)

Pihak pengelola Museum Kamp Konsentrasi Yahudi Auschwitz – Birkenau, Oświęcim, Polandia, mengatakan bahwa tren yang saat ini tengah booming terhadap para pengguna aplikasi TikTok, dinilai telah menyakiti dan menyinggung mereka. Sebab dalam pembuatan video TikTok tersebut memerankan korban Holocaust.

Mesum tersebut didirikan oleh Nazi – Jerman dengan menggunakan bangunan bekas kamp. Pihak museum menanggapi video yang saat ini menjadi tren yaitu berpura-pura menjadi koran Perang Dunia II di aplikasi TikTok.

“Tren (menirukan) ‘korban’ di TikTok telah menyakitkan dan menyinggung. Sejumlah video yang beredar sangat dekat atau sudah berada di luar batas trivialisasi sejarah,” tulis Museum Auschwitz melalui akun Twitter.

“Beberapa (video) tidak dibuat untuk mengenang siapa pun, tapi menjadi bagian dari tren daring. Ini sangat menyakitkan,” lanjut mereka.

Seperti yang dilansir AFP, pada hari Jumat kemarin (28/8), pihak museum mengatakan bahwa mereka tak mau mempermalukan kaula muda yang telah membuat konten parodi korban Holocaust di TikTok.

“Namun kita harus membahas ini bukanlah untuk mempermalukan dan menyerang kaula muda yang motivasinya sangat beragam. Tindakan yang kami lakukan ini merupakan tantangan pendidikan,” tambahnya.

Dalam video kliip singkat yang kaula muda buat, menampilkan para pemmuda yang menceritakan bagaimana mereka meninggal dalam peristiwa Holocaust. Pada beberapa kesempatan, mereka terkadang menunjukkan luka memar palsu, pakaian narapidana dengan garis-garis atau salah tanda binntang segi berwarna kuning yang saat itu digunakan oleh Nazi untuk menandai pakaian tahanan orang-orang Yahudi.

Saat menduduki Polandia pada Perang Dunia II, Nazi – Jerman mendirikan kamp tersebut.

Saat ini Holocausst menjadi sebuah simbol pembantaian terhadap 6 juta orang Yahudi Eropa yang dilakukan oleh Hitler. Berdasarkan data sejarah, ada sekitar 1 juta jenis etnis Yahudi yang telah terbunuh di kamp tersebut mulai tahun 1940 sampai tahun 1945.

Berdasarkan keterangan pihak museum tersebut, lebih dari 100 ribu orang Non-Yahudi yang tewas di kamp tersebut. 232 ribu orang anak-anak juga menjadi korban peristiwa Holocaust.