H Taufik Hidayat dan istri dari Kota Bandung (4/10/2022) menuju Jakarta memenuhi undangan khusus Mentri Pertahanan RI Prabowo Subianto – Masih sempat menitipkan untuk memonitor aksi bersih-bersih vandalisme di Kota Bandung kepada beberapa orang dan pihak  kepercayaannya, harapannya ‘gercep’ ini menular ke kota dan kabupaten lain di Jawa Barat. (Foto: HS). 

BDGNEWS.BIZ –  Ada hal yang unik tatkala pasangan Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, S.H,. M.M., didamping istrinya dr Hj Rinrin Merinova pada Selasa pagi (4/0/2022) hendak berangkat ke Jakarta dari kediamannya di Jl. Riau Kota Bandung Jawa Barat. Perjalanan kali ini demi memenuhi undangan Menhan Prabowo Subianto yang akan menggelar Upacara Parade Senja dan Gala Dinner dalam rangka HUT TNI ke – 77 Tahun 2022: 

“Saya hari ini  berdua mau memenuhi undangan Pak Prabowo di Jakarta. Kepada rekan-rekan hari ini yang berkegiatan, membersihkan vandalisme di sekitar Jalan Achmad Yani, saya apresiasi prakarsanya. Termasuk ke para aparat Pak Camat dan Pak lurah yang hari ini mengerahkan petugas serta relawan, hatur nuhun atas upaya menghapus aksi corat-coret di kota kita,” paparnya. 

Usai menemui Kang H Taufik Hidayat demikian Ketua DPRD Jabar ini biasa disapa yang gencar menggerakkan warga dengan aksi ‘gercep‘ menghapus aneka coretan di berbagai sudut kota, redaksi menemui Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Bersih-Bersih Vandalisme Toni Wijaya yang dikenal gigih memerangi aksi liar coreng-moreng itu: 

Selain tembok dan rolling door toko, juga dipulas secara khsusus median jalan seprti yang dilakukan di Jl. Pelajar Pejuang, Kota Bandung Jawa Barat pada beberapa hari sebelumnya (2/10/2022). (Foto: Ist).

“Luar biasa hari ini, aktivitas ini mulai dari Pasar Kosambi, hingga Cicadas dan sepanjang jalan A Yani. Ini diikuti pimpinan formal, Pak Camat dan Pak Lurah juga relawan daerah setempat. Artinya, partisipasi aksi, mulai merata diikuti warga setelah diinisiasi Pak Taufik Hidayat,” jelas Toni Wijaya. 

Saat redaksi berada di bawah jembatan layang Supratman tempat para pegiat bersih-bersih kota hari itu (4/10/2022), Camat Batununggal Kota Bandung H. Latief .S.IP., M.Si yang didampingi Lurah Kacapiring Batununggal Aden Solihin pun berucap: 

“Ke Pak Taufik Hidayat yang menggugah kami untuk menggerakkan segenap warga membersihkan kota setiap saat, ini bagus sekali. Kami dukung kegiatan ini, biar Bandung menjadi bersih dan indah, ya setidaknya bisa mendekati Paris van Java dahulu,’ ujarnya dengan penuh semangat. 

Kreator Vandalisme Butuh Penyaluran 

Secara terpisah kembali redaksi mengontak dua akademisi yang di antaranya kerap mengkaji masalah penduduk dan perkotaan. Pakar pertama, Budiman Eko Wibowo S.Sos., M.Ag dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengapresiasi upaya tak henti-henti minimalisasi vandalisme:

“Setelah kembali bersih, harus tetap dijaga, vandalisme ini kan semacam fenomena terutama di kalangan remaja yang masih mencari jati dirinya. Ke belakang, faktor asuhan keluarga, dan pengaruh lingkungan, sangatlah berperan. Artinya, masyarakat dan pemerintah harus pula mencari, atau membuat penyaluran hasrat pelaku vandalisme ini. Tentang bagaimana caranya? Mari kita rembug bersama,” ujarnya.

Sementara itu Drs. Zaini Rais, M.Sn Dosen Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD) ITB Bandung, memberi sinyal positif atas upaya pembersihan vandalisme di Kota Bandung dalam satu bulan terakhir, yang digagas di antaranya oleh Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat:

“Dalam waktu dekat, bila diperlukan secara bertahap saya dan rekan siap kerjasama. Paling tidak, mengisi ruang-ruang kosong hasil penghapusan program anti vandalisme ini. Tentu, kita bisa kolaborasi antar para pihak, pemerintah, warga biasa, serta para pengusaha dalam bentuk CSR, misalnya. Contoh, saja, beberapa fly over di Kota Bandung. Sebenarnya, diperindah dan diberdayakan dengan cara tertentu. Tujuannya, agar fasum atau fasos lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. 

Pada pihak lain Yamdi Yunizar (47) warga Bandung yang tinggal di daerah Cicadas sekitar Jl. A. Yani Kota Bandung, dirinya sempat berhenti dari olahraga gowes sepeda, ketika melihat puluhan orang membersihkan coretan di bawah jembatan Supratman, ia sempat tertegun:

“Inginnya, yang bikin cocoretan ini dan merusak pemandangan kota, disalurkan saja hobi ‘gatal tangannya’. Caranya, buka sayembara mural, beri hadiah khusus buat mereka. Tapi, ketang terserahlah, bagusnya mah salurkan saja yang bikin grafiti tak jelas itu. Caranya, para akhli pasti tahu,” pungkasnya.  (HNY/HS)