Perkampungan di sungai Cikapundung di bawah Jembatan Pasupati di Kota Bandung (Foto Rivansyah Dunda,)

BDGNEWS.BIZ – Tak biasanya, Taufik Hidayat Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang selama ini dikenal kerap berakrab-ria dengan siapapun dan kapanpun, ditemui di kediaman pribadinya Jl. L.L.R.E Martadinata No.195 yang kebetulan sedang dalam pembenahan, kali ini mempertanyakan banyak hal yang rada-rada di luar kebiasannya:

“Ya, katakan saja yang sebenarnya, ini tentang keberadaan kondisi ibukota provinsi jabar kota bandung yang kita cintai.  Sedih saya, yang namanya paris van java dulu itu julukan khas oleh orang luar dan  dalam negeri, kini pupus sudah! Bayangkan, mana sekarang ada taman-taman yang indah semerbak. Rata-rata fasilitas itu rusak, dimana-mana, munculkekumuhan dimana-mana,” paparnya membuka kekesalannya.

Lebih lanjut menurut Kang H Taufik Hidayat yang lazimnya dikenal punya selera humor khas ala warga Sunda yang riang-gembira.lainnya, ia dikenal piawai mendalang, namun tatkala pembicaraan kembali menyinggung tentang fenomena akhir-akhir ini, adanya penurunan kualitas infrastruktur di Kota Bandung, yang seharusnya menjadi contoh bagi 26 kota dan kabupaten di Jabar?:

“Bayangkan itu, aliran sungai di Bandung masih belum saja ada perubahan nyata. Sampah di mana-mana. Bantaran sungai dijejali bangunan liar, bertahun-tahun tak ditertibkan. Paling sederhana, coba perhatikan tiang listrik saja, dimana-mana berkarat dan kusam. Belum lagi itu kabel telepon, atau apalah itu, pasuliwer. Semua itu, seiring banyaknya vandalisme di sudut-sudut kota, merusak sosok panorama kota,” ujarnya dengan nada prihatin yang sangat mendalam.

Kembali Kang H Taufik Hidayat yang someah, disela ia menawarkan aneka camilan di kediamannya, serta merta menyinggung menurunnya kualitas infrastruktur di Kota Kembang Bandung akhir-akhir ini: 

“Saya ini lontarkan ini, tahu nggak?! Ini semata karena nyaah (peduli) ka warga, sekaligus ke aparat yang berwenang atau, pihak yang seharusnya bertanggung-jawab untuk memelihara maupun meningkatkan kulaitas infrastruktur, segeralah bertindak:

“Jangan saling menunggu, apalagi tidak melakukan prakarsa. Segeralah bertindak perbaiki itu fasilitas umum yang rusak.. Pada dasarnya, warga itu mudah untuk diajak kerjasama. Nah, ini mah karena warga tidak dilibatkan, lalu berbagai infrastruktur itu tak disentuh, beginilah semua jadi acuh tak acuh, pada rusak semua,” tandasnya.   

Sampah di area Jl. Wastukancana di sekitar Nangka Suni Kota Bandung, Warga yang melintas hanya pasrah mencium bau (Foto. Rivansyah Dunda).

Dipenghujung perjumpaan dengan para pegiat media, Kang H Taufik Hidayat kembali mengingatkan bahwa lontaran ini,”katakanlah sebagai kekesalan saya pribadi, ini terucap karena betapa seringnya saya menyerap kekesalan yang sama dari warga Bandung maupun luar Bandung.  Intinya, saya dan keluarga sangat cinta ka sosok Bandung,” jelasnya.

Selanjutnya, Kang H Taufik Hidayat lagi-lagi mengingatkan, dirinya setiap kali pergi ke luar daerah dari Kota Bandung ini,”selalu saja ada yang titip pesan menyayangkan penurunan kualitas infra struktur di Kota Kembang ini. Makanya, melalui para pegiat media ya pak wartawan kali ini, saya ajukan masukan terbuka ini. Ingat ya, tiada lain, karena rasa sayang,” ujarnya dengan menambahkan -“Cobalah pembuat kebijakan di kota ni, bergerak nyata ke arah perbaikan kualitas infrastruktur yang berkelanjutan. Sedikitnya, dulu kan Paris van Java? Usahakan, ke arah sana lagi, bisakah?” pungkasnya dengan gestur penuh harap. (HS/HNY)