Elis Kartini Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Jabar (Foto. Handry NY)

BDGNEWS.BIZ – Pedoman Pemberdayaan Pekerja Sosial Masyarakat merupakan acuan dan landasan sekaligus rambu-rambu bagi semua pihak yang terlibat agar terlaksana secara terarah, efektif, efisien, danberkelanjutan serta tercipta kesamaan persepsi dan pemahaman dalam pemberdayaan pekerja sosial masyarakat.

Dinas Sosial Jawa Barat menggelar bimtek bagi PSM (Pekerja Sosial masyarakat) di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung (15/10/2020) Ibu Elis Kartini selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial memaparkan pemantapan bagi PSM sebagai salah satu pilar sosial untuk lingkup desa bertujuan meningkatkan kualitas PSM yang ada di masyarakat supaya lebih mengenal kiprahnya.

Elis Kartini menegaskan “Peserta PSM se-Jabar sebanyak 110 orang,dengan perwakilan 100 orang dari 27 kabupaten & kota, artinya dari Jawa Barat itu sendiri ada 5.957 desa dan kelurahan secara proposional tergantung dari jumlah desanya di karenakan kwota dari kursi yang tersedia hanya untuk 100 orang dan 10 orang lagi dari IPSN (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) di tingkat Provinsi Jabar”.

IPSM sebagai pilar kesejahteraan sosial yang paling dekat dengan masyarakat, dapat mengaktualisasikan diri sebagai mitra kerja sosial yang dapat membantu setiap permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan untuk perlunya pergi ke Rumah Sakit dengan bantuan PSM lebih mempermudah.

Untuk masalah bantuan pendidikan dari Pemerintah bisa juga di fasilitasi oleh PSM dan mereka bekerja tanpa pamrih dan tanpa gazi dari pemerintah, bekerja dengan hati nurani dan berkeyakinan mendapatkan pundi – pundi dari Bank Central Akherat, akhir kata dari Ibu Elis Kartini, Kabid Pemberdayaan Sisial Dinsos Jabar.

Sementara itu Eka Wardhana Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Jawa Barat menerangkan bahwa “PSM seorang relawan yang berkeinginan berdarma bakti kepada pemberdayaan sosial masyarakat dengan pelatihan dan memiliki sertifikat atau tersetifikasi.

“Kolaborasi Dinsos dan IPSM merencanakan pemberdayaan yang akan dilakukan IPSM dengan rencana kerja lebih terarah dengan menampung  atau mewadahi rasa kepedulian sosial dari masyarakat yang kebingungan untuk menyalurkan rasa kepedulian”. Tegas Eka Wardhana

Eka Wardhana menambahkan “ke depannya untuk event selanjutnya mengajak BPJS dikarenakan membingungkan masyarakat dengan aturan yang berubah – ubah dan seseorang jikalau sakit bangai mana cara mempergunakan BPJS atau aturan mainnya harus seperti apa?”

Orang gila, gelandangan psikotik di wilayah setempat bangai mana cara penanganannya dan harus kemana mereka di bawa kemana? Edukasi seperti ini perlu dan wajib diberikan kepada masyarakat.

IPSM memberikan edukasi dampak terhadap masyarakat saat pandemi Covid 19 dengan data yang dimiliki PSM sehingga penyaluran bansos terserap bagi masyarakat yang benar – benar membutuhkan dan Pemerintahpun terbantu dengan adanya PSM.

Eka Wardhana menutup wawancara ini dengan BDGNEWS.BIZ “bagai mana cara mengakhiri pandemi Covid 19 dan menutup matarantai yaitu dengan pola hidup sehat dan bersih. (Hny)