Frans Susanto sebagai Direktur dari PT. Andre San’T Tunggal Jaya Bioceramic (Septic-Tank Teknologi Jerman yang ramah lingkungan) Foto. HNY

BDGNEWS.BIZ – TahukahAnda, septic tank menjadi salah satu elemen penting yang harus ada di setiap rumah. Septic tank merupakan tangki kedap air dan digunakan untuk menampung dan mengolah limbah kotoran manusia skala rumah tangga. Tangki ini dibuat dengan tujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Septic tank terletak di bawah tanah dan biasanya dibuat bersamaan dengan pondasi rumah.

Frans Susanto sebagai Direktur dari PT. Andre San’T Tunggal Jaya ketik di temui awak media beliau sangat konsen dengan sanitasi lingkungan, terutama mengena ipencemaran dari skala kecil rumah tangga. Frans mengungkapkan “awal mula Bioceramic diciptakan dari orang tua beliau yaitu Bapak Andreas dengan dibantu teknisi – teknisi dari Jerman”.

“Bapak Andreas bekerja sama menciptakan produk ramah lingkungan, dikarenakan pencemaran linkungan, air tanah dan sungai semakin tinggi, Bioceramic bisa disebut sebagai solusi, dengan riset dari awal tahun 2000 sampai akhirnya pada tahun 2006 sudah mulai memproduksi dan memasarkan. “Awal pendistribusian Bioceramic di Jawa Timur dan Bali kemudian perluasan pendistribusian skala Nasional ujar Frans”.

Sementara itu Frans menceritakan perbedaan setic-tank, “septic-tank konvensional memerlukan lahan yang besar dan bisa mencemari air tanah serta memerlukan pipa ventilasi yang bisa menimbulkan bau dan mesti sedot tinja dalam periode tertentu, ungkap Frans”.

Bioceramicinijugasekaligusbisamengatasi :

  1. Polusi udara (tidak menggunakan pipa penguapan)
  2. Lahan yang sempit
  3. Pencemaran air tanah dan sumur
  4. Masalah penggunaan kloset saat banjir ( selama kloset tidak terendam)
  5. Biaya dan rutinitas perawatan (penambahan bahan kimia dan bakteri)

Banyaknya masalah sanitasi di kota pada umumnya,pentingnya Bioceramic sebagai alat penghancur tinja pengganti septic-tank, karena menurut pengalaman yang terjadi di masyarakat saat ini, pencemaran air tanah dan sumur disebabkan oleh adanya rembesan dari septic-tank. Dimana tinja yang tidak diolah bisa mengakibatkan sumur dan air tanah tercemar oleh bakteri E-coli.

Akibatnya air tanah dan sumur tidak dapat untuk diminum seperti semula, mandi pun disaat musim kemarau menjadi masalah karena air sumur mengeluarkan bau yang tidak sedap serta menyengat. Bila air tidak bisa meresap ke dalam tanah dengan baik maka harus diambil langkah untuk menyedot / menguras septic-tank melalui mobil tangki tinja yang membuat suasana lingkungan menjadi tidak nyaman.

“Untuk mengatasi hal tersebut diatas, kami berusaha menciptakan produk Bioceramic, alat penghancurtinja sebagai pengganti septic-tank yang bisa mengatasi pencemaran air tanah dan sumur serta menghindari adanya penyedotan atau pengurasan untuk selamanya, ujar Frans”.

Sementara itu Frans menambahkan, “jikalau ada renovasi rumah atau bangun tempat lain di lokasi, septic-tank konvensional tidak bisa dipindahkan dan apabila dipaksakanpun akan repot, dan ini berbeda dengan septic-tank Bioceramic jika akan dipindah kan tinggal potong pipa dan dipindahkan ke area kosong dikarenakan ukuran yang kecil serta dapat disimpan disudut, dan extrimnya jikalau akan pindah rumah septic-tank itu bisa di angkat. Ujarnya sambal tersenyum.

 “Untuk alat septic-tank pada rumah tangga, kantor, kos-kosan dan hotel mempergunakan 1 set 2 alat dan tergantung kapasitas 10 – 20 – 50 – 75, apabila lebih dari 75 orang mempergunakan system parallel, dan misalkan hotel kapasitas 150 orang bisa di pasang yang 75 dengan system parallel, Ujar Frans”

Sementara itu Frans menyinggung dari basement gedung dengan masalah ipal dan sanitasi yang belum standar dengan tidak adanya operator atau tidak di maintenance limbahnya, itu sama dengan buang limbah tidak diproses. Dengan menambahkan bahan kimia komposisi beberapa campuran dengan waktu beberapa perperiode yang kadang – kadang tidak diperhatikan dikarenakan memerlukan biaya!!! Dan pada saat sidak ataupun pemeriksaan barulah tersadar.

“Besar harapan saya produk Bioceramic ini bisa diterima oleh masyarakat luas yang sadar akan pentingnya menjag alingkungan di sekitar rumah tinggalnya agar terbebas dari pencemaran yang disebabkan oleh septic-tank”.

“Bioceramic teknologinya dari Jerman, dan produksinya 100% local Indonesia, dengan harga 3.000.000 sampai dengan 13.750.000,- untuk yang bahan beton, dan untuk bahan fiber 5.500.000,- sampai dengan 16.500.000 serta diberikannya gratis skema pemasangan dan supervisi untuk area kota Bandung, dan untuk wilayah di luar kota Bandung atau luar pulau dikenakan biaya supervisi. Tentunya sangat mudah untuk instalasi tinggal connecting pipa dan menambahkan bak kontrol dibagian atasnya yang berfungsi jika ada sumbatan, Tutup Frans pada saat wawancara”.

Bioceramic lima tahun belakang ini mengembangkan produk septictank untuk rumah terapung, kapal, mobil caravan, bus dan restoran terapung. (HNY)